Pemulihan Hamba Tuhan dari Kejatuhan Dosa Seksual
DOI:
https://doi.org/10.59784/glosains.v7i1.653Keywords:
pemulihan hamba Tuhan, dosa seksual, konseling pastoralAbstract
Latar belakang: Pemulihan hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa seksual merupakan persoalan pastoral dan teologis yang kompleks, yang memadukan prinsip anugerah, kebijakan gerejawi, serta kebutuhan akan pemulihan yang holistik. Proses restorasi tidak hanya mencakup individu, tetapi juga keluarga serta komunitas gereja yang lebih luas. Sementara banyak kajian lebih menekankan aspek teologis atau psikologis, perspektif yang lebih luas dari sosiologi, antropologi, dan kesehatan mental dapat memperkaya pemahaman tentang proses pemulihan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan proses bagaimana hamba Tuhan dapat melepaskan diri dari cengkeraman dosa seksual, serta mengkaji tahapan dan dinamika pemulihan hamba Tuhan dalam aspek seksualitasnya secara holistik dan berkelanjutan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan merujuk pada buku dan karya ilmiah yang membahas kejatuhan hamba Tuhan serta proses pemulihannya.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan yang efektif membutuhkan pendekatan integratif yang meliputi dimensi spiritual, emosional, dan sosial. Selain itu, dukungan komunitas gereja dan peran konseling menjadi elemen penting dalam memfasilitasi pemulihan yang sejati. Keaslian penelitian ini terletak pada penekanan teologis terhadap pelayanan pastoral sebagai kerangka pemulihan, yang menawarkan wawasan baru bagi gereja dalam merespons secara setia kegagalan moral para pemimpin rohani. Pendekatan integratif ini menggabungkan dimensi teologis, psikologis, dan komunal dengan mengintegrasikan konseling pastoral, sistem akuntabilitas, serta pembinaan rohani yang berkelanjutan sebagai jalur-jalur esensial dalam pemulihan holistik bagi hamba Tuhan yang jatuh.
Kesimpualn : Pembebasan dari dosa seksual hanya dimungkinkan melalui karya Allah Tritunggal, dan pemulihan hamba Tuhan memerlukan proses holistik yang mencakup pertobatan, akuntabilitas, konseling pastoral, dukungan komunitas, serta pertumbuhan rohani yang berkelanjutan.
References
Black, P. (2003). The broken wings of eros: Christian ethics and the denial of desire. Theological Studies, 64(1). https://doi.org/10.1177/004056390306400102
Burton Munadimbwe Moonga. (2023). Mentoring families for spiritual growth in a quest to end family violence, infidelity and divorce. World Journal of Advanced Research and Reviews, 20(3). https://doi.org/10.30574/wjarr.2023.20.3.2570
Elsdörfer, U. (2019). Public Theology and public pastoral care in (South) Africa. In Spirituality in diversity: South East Asia meets South Africa - Towards a global view of Spiritual Counselling. https://doi.org/10.4102/aosis.2019.bk156.06
Gibson, I. (2017). Pentecostal peacefulness: virtue ethics and the reception of theology in Nepal. Journal of the Royal Anthropological Institute, 23(4). https://doi.org/10.1111/1467-9655.12700
Halawa, J. (2018). Pastoral Konseling Psikologi Alkitabiah Bagi Perempuan Yang Telah Melakukan Hubungan Seks Sebelum Menikah. Missio Ecclesiae, 7(2). https://doi.org/10.52157/me.v7i2.91
Han, C., Sukamto, A., & Pramono, R. (2024). Perichoresis and the Theology of Solidarity: A Foundation of Social Cohesion for Christian Millennials in Indonesia. Pharos Journal of Theology, 105(1). https://doi.org/10.46222/pharosjot.10516
Harita, N. S., Setiawan, D. E., Buulolo, K., & Sinabariba, D. I. (2021). Seksualitas Alkitabiah: Pendampingan Pastoral Bagi Remaja Kristen dalam Menghadapi Fenomena “Free Sex.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi, 2(1).
Janna, Y. (2020). Implementasi Pemuridan Pelayanan Pastoral Dalam Gereja Terhadap Kaum Homoseksual.
Jowett, J. H. (2019). The Sufferings Of Christ. In The Epistles of Saint Peter. https://doi.org/10.31826/9781463228033-009
Laaser, M. (2009). Healing the Wounds of Sexual Addiction: Discover the Practical and Spiritual Steps to Lasting Recovery. Zondervan.
Lösel, S. (2006). Guidance from the gaps: The Holy Spirit, ecclesial authority, and the principle of juxtaposition. Scottish Journal of Theology, 59(2). https://doi.org/10.1017/S0036930606002134
Maitri, R. P., Missa, A., Singal, Y., Malau, M., & Lumintang, R. D. (2024). Analisis Etis Teologis Kepemimpinan Evangelikal Dalam Merespon Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Di Kalangan Pemimpin Gereja Di Banten. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 7(3).
McRay, B. W. (2001). What evangelical pastors want to know about psychology. Journal of Psychology and Theology, 29(2). https://doi.org/10.1177/009164710102900201
Michail Pujiono. (2023). Penerapan Disiplin Gereja terhadap Hamba Tuhan dalam Kejatuhan Dosa Seksual sebagai Upaya Pertobatan dan Pemulihan Panggilan Pelayanan. Repositori STT Amanat Agung. https://repository.sttaa.ac.id/xmlui/handle/123456789/641
Munala, L., Mwangi, E., Harris, M., Okunna, N., Yewhalawork, B., & Ong’ombe, M. (2022). “I was forced into it”: The continued violation of widows from the Luo community of Kenya through sexual cleansing rituals. Frontiers in Global Women’s Health, 3. https://doi.org/10.3389/fgwh.2022.942635
Onyenali, R. (2020). “En Christō” as Pauline Argument against Synoptic Demonology: Implications for the Church in Africa. Transformation, 37(3). https://doi.org/10.1177/0265378820933284
Palilingan, Y. (2024). Pentingnya Pelayanan Pribadi Terhadap Pelaku Perzinahan Sebagai Upaya Pemulihan Jati Diri Bagi Keluarga. Jurnal Teologi Biblika, 9(1).
Raslau, F. D. (2022). RESPONSE TO DUMSDAY’S “PALAMISM AND DISPOSITIONALISM.” Zygon: Journal of Religion and Science, 57(4). https://doi.org/10.1111/zygo.12833
Salemi, S. (2022). Suffering of Christ. In T&T Clark Handbook of the Early Church. https://doi.org/10.5040/9780567680419.0043
Sutton, G. W., & Thomas, E. K. (2005). Restoring Christian Leaders. American Journal of Pastoral Counseling, 8(2). https://doi.org/10.1300/j062v08n02_02
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jimmy Agustin Siregar, Marini Stannie Anggairah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



