Konseling Spiritual Pada Remaja Pasca Kematian Ibu

Authors

  • Hidayatul Faridah Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan, Indonesia
  • Mar’atus Salamah Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan
  • Ina Yustiana Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

DOI:

https://doi.org/10.59784/glosains.v6i1.618

Keywords:

Kematian, Remaja, Konseling Spiritual

Abstract

Kematian adalah suatu realita yang harus diterima, tetapi tidak semua orang siap menghadapi suatu peristiwa kematian, baik orang yang akan meninggal ataupun keluarga yang akan ditinggalkan. Kehilangan (Kematian) dari salah satu orangtua akan menyisakan luka yang mendalam bagi remaja. Bahkan tidak jarang remaja mengalami shock hingga sangat terpukul. Krisis yang ditimbulkan akibat kehilangan orang tua memiliki dampak serius dalam tahapan masa perkembangan pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan 1 subjek untuk mengetahui makna kehilangan (kematian) orang tua pada remaja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode wawancara mendalam. Kematian dari salah satu orangtua yaitu ibunya membuat remaja merasa kehilangan. Adapun kehilangan yang dirasakan adalah kehilangan perhatian dan kasih sayang, kehilangan model, kehilangan rasa aman, kehilangan teman berbagi, kehilangan keutuhan keluarga, dan kehilangan arah. Pasca kematian orangtua remaja membutuhkan figur pengganti. Adapun figur pengganti orangtua yang diperoleh remaja adalah pengasuhan dari keluarga terdekat. Figur pengganti yang berfungsi dengan baik, akan memperoleh perilaku sosial yang bertanggung jawab dan kemandirian secara emosional. Selain itu dalam dalam pengasuhan dibutuhkan bimbingan serta perlindungan pada remaja yang sedang mengalami kehampaan spirituaitas pada saat ditinggal orang tua meninggal dunia.

Downloads

Published

2025-01-30